Nyeri punggung sangat umum terjadi pada lansia. Banyak episode disebabkan oleh ketegangan otot atau perubahan degeneratif (aus) pada tulang belakang. Namun, pada lansia — terutama yang mengalami osteoporosis — nyeri punggung hebat yang muncul tiba-tiba setelah jatuh ringan dapat menandakan patah tulang belakang akibat osteoporosis, kondisi yang dapat mengancam mobilitas, rasa percaya diri, dan rencana perjalanan yang berharga.

Pencitraan setelah vertebroplasti menunjukkan patah tulang T12 yang telah stabil, dengan skoliosis yang mendasarinya juga terlihat.
Penyebab Umum Nyeri Punggung pada Lansia
- Ketegangan otot dan keseleo ligamen
- Penyakit degenerasi diskus (bantalan tulang belakang)
- Artritis sendi facet
- Stenosis spinal
- Skoliosis degeneratif
- Patah tulang belakang akibat osteoporosis
- Penyebab yang lebih jarang namun serius
Di antara kondisi-kondisi ini, patah tulang belakang akibat osteoporosis sering kali kurang dikenali.
Kapan Nyeri Punggung Bisa Jadi Tanda Patah Tulang Belakang akibat Osteoporosis
Tanda bahaya nyeri punggung pada lansia
- Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba setelah jatuh ringan atau membungkuk
- Nyeri tajam dan terlokalisasi di punggung tengah atau bawah
- Kesulitan berbalik di tempat tidur atau bangkit dari kursi
- Postur membungkuk yang nyata atau berkurangnya tinggi badan
- Diketahui menderita osteoporosis atau pernah mengalami patah tulang akibat kerapuhan tulang
Jika gejala-gejala ini muncul, penilaian medis sedini mungkin sangatlah penting. Untuk pertanyaan, kunjungi halaman kontak.
Apa Itu Vertebroplasti?
Vertebroplasti adalah prosedur minim invasif yang digunakan untuk menstabilkan patah tulang belakang akibat osteoporosis yang menimbulkan nyeri.
- Menstabilkan area patah tulang
- Memberikan pereda nyeri yang cepat pada pasien tertentu
- Meningkatkan mobilitas dan membantu pasien kembali beraktivitas sehari-hari lebih cepat
Kisah Pasien: Dari Liburan yang Dibatalkan hingga Perjalanan ke Antartika
Jatuhnya, diagnosis, dan rasa nyeri yang dialaminya
Ia adalah seorang nenek berusia 80 tahun yang aktif dan gemar bepergian bersama keluarganya. Suatu pagi, ia terjatuh dan mendarat di bagian bokong saat menghindari kerumunan orang.
Pemeriksaan rontgen dan MRI menunjukkan patah tulang burst (burst fracture) pada T12.
Vertebroplasti dan pereda nyeri
Nyerinya sedikit berkurang saat berbaring diam, namun setiap gerakan memicu nyeri yang tajam. Liburan keluarga yang telah direncanakan tampak mustahil untuk dilaksanakan.
Setelah mendiskusikan pilihan pengobatan, ia menjalani vertebroplasti, di mana semen tulang disuntikkan ke tulang belakang yang patah dengan panduan pencitraan.
Kembali Menjalani Hidup: Bepergian ke Antartika Bersama Keluarga

Dua bulan setelah vertebroplasti, ia bepergian ke Antartika bersama keluarganya.
Hal Penting untuk Pasien Lansia dan Keluarga
- Jangan abaikan nyeri punggung hebat yang muncul tiba-tiba setelah jatuh
- Lakukan penilaian sedini mungkin untuk menyingkirkan kemungkinan patah tulang
- Diagnosis yang tepat waktu membantu menentukan penanganan yang sesuai
- Penanganan osteoporosis yang tepat dapat menurunkan risiko patah tulang di masa depan
- Prosedur seperti vertebroplasti dapat membantu pasien tertentu
Kesimpulan
Nyeri punggung pada lansia tidak boleh dianggap remeh sebagai "sekadar faktor usia." Patah tulang belakang akibat osteoporosis memang umum terjadi, namun dapat diobati.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: Kondisi Tulang Belakang pada Lansia
