Perawatan Skoliosis di Singapura

dr. Lau Leok Lim di Gleneagles Hospital memberikan diagnosis dan perawatan skoliosis yang disesuaikan, untuk remaja maupun dewasa.

Ilustrasi lengkungan tulang belakang pada skoliosis dan penilaian pasien

Memahami Skoliosis

Skoliosis adalah lengkungan tulang belakang ke samping yang tidak normal. Kondisi ini dapat terjadi pada anak, remaja, maupun dewasa, dan sebagian dapat memberat seiring waktu bila tidak dipantau. Penilaian awal membantu menentukan apakah pemantauan, brace, fisioterapi, atau operasi yang paling sesuai.

Tanda yang Sering Terlihat

  • Bahu atau pinggul yang tidak simetris
  • Tonjolan tulang rusuk pada satu sisi
  • Asimetri pada garis pinggang
  • Nyeri punggung atau mudah lelah
  • Pakaian terasa tidak seimbang saat dikenakan

Segera cari pertolongan medis bila: lengkungan memberat dengan cepat, disertai gejala saraf seperti kebas atau kelemahan, atau menimbulkan gangguan pernapasan yang nyata.

Jenis Skoliosis

Skoliosis bukan satu penyakit tunggal. Jenisnya menentukan bagaimana lengkungan akan berubah seiring waktu dan penanganan apa yang paling sesuai.

Skoliosis Idiopatik Remaja (AIS)

Jenis yang paling sering dijumpai, biasanya ditemukan pada masa pertumbuhan antara usia 10 dan 18 tahun. “Idiopatik” berarti tidak ditemukan satu penyebab yang jelas. Lengkungan dapat memberat selama anak masih tumbuh, dan umumnya stabil setelah kematangan tulang tercapai.

→ Baca panduan lengkap Skoliosis Idiopatik Remaja

Skoliosis Kongenital

Disebabkan oleh ruas tulang belakang yang tidak terbentuk atau tidak terpisah secara normal sebelum lahir. Karena kelainan sudah ada sejak lahir, lengkungan dapat terlihat pada masa bayi atau anak usia dini dan dapat memberat seiring pertumbuhan.

Skoliosis Neuromuskular

Berkaitan dengan kondisi seperti cerebral palsy atau distrofi otot, ketika otot penyangga tulang belakang lemah atau bekerja tidak seimbang. Rencana perawatan mempertimbangkan kondisi yang mendasari bersama dengan lengkungannya.

Skoliosis Sindromik

Muncul sebagai bagian dari sindrom genetik atau kelainan jaringan ikat yang lebih luas, seperti sindrom Marfan atau neurofibromatosis. Perjalanan lengkungan bergantung pada kondisi yang mendasari, dan perawatan sering dilakukan bersama dokter spesialis lain.

Skoliosis Terkait Tumor

Jenis yang paling jarang. Disebabkan oleh tumor pada tulang belakang atau jaringan di sekitarnya yang mengubah kesejajaran atau kestabilan tulang belakang.

Skoliosis Degeneratif (Dewasa)

Perubahan diskus dan sendi seiring bertambahnya usia dapat menimbulkan lengkungan tulang belakang pada masa dewasa. Berbeda dengan skoliosis pada remaja, orang dewasa lebih sering datang dengan keluhan nyeri punggung dan kekakuan. Mereka yang mengalami skoliosis sejak remaja juga dapat mengalami perburukan di usia lanjut.

Cara Mendiagnosis

Penilaian dimulai dengan pemeriksaan fisik. Adams’ Forward Bend Test digunakan secara luas untuk mengenali tanda awal, dengan memeriksa asimetri pada tulang rusuk atau punggung bawah.

Jika skoliosis dicurigai, pemeriksaan rontgen dilakukan untuk mengukur lengkungan. Sudut Cobb di atas 10° memastikan diagnosis. Penilaian tambahan meliputi penilaian kematangan tulang (tanda Risser), pola lengkungan, dan perkiraan sisa potensi pertumbuhan — semuanya membantu menentukan risiko perburukan.

Kapan Perlu Diperiksa

  • Lengkungan terlihat jelas, atau bahu, pinggul dan garis pinggang tampak tidak simetris
  • Tonjolan tulang rusuk menjadi jelas saat membungkuk ke depan
  • Lengkungan tampak berubah selama masa pertumbuhan
  • Nyeri punggung yang menetap atau membatasi aktivitas
  • Pada dewasa: nyeri punggung dan kekakuan yang memberat, atau perubahan postur yang nyata

Pilihan Perawatan

Perawatan bergantung pada usia, besarnya lengkungan, risiko perburukan, dan gejala.

Tanpa Operasi

  • Pemantauan berkala dengan pencitraan ulang, agar perburukan terdeteksi lebih awal
  • Fisioterapi dan latihan khusus skoliosis
  • Brace (untuk kasus remaja tertentu)
  • Penanganan nyeri pada pasien dewasa

Dengan Operasi

Keputusan operasi bergantung pada besarnya lengkungan dan sisa potensi pertumbuhan. Pada anak yang masih tumbuh, lengkungan di atas sekitar 35–40° dapat dipertimbangkan untuk vertebral body tethering, prosedur modulasi pertumbuhan yang mempertahankan gerak tulang belakang. Fusi tulang belakang umumnya dipertimbangkan untuk lengkungan lebih dari 45°, dan dalam situasi tertentu — khususnya lengkungan lumbal atau bila terdapat pergeseran batang tubuh yang signifikan — untuk lengkungan 40–45°.

  • Mempertahankan gerak: Vertebral Body Tethering (VBT)
  • Fusi tulang belakang posterior
  • Koreksi minim invasif dengan endoskopi

Bacaan Lanjutan

Buat Janji Temu

Halaman ini berisi informasi medis umum dan bukan merupakan diagnosis atau anjuran pengobatan untuk kondisi perorangan. Diagnosis dan perawatan ditentukan secara individual berdasarkan pemeriksaan dan hasil penunjang.

Scroll to Top